........... W3LC0ME T0 MY BL09 ...... .......

Rabu, 17 Desember 2008

me & my office gathering @ anyer beach


















Subhanalloh... ...Indahnya pemandangan alam dari prima resort anyer


Ada lombanya juga loh .. ... ... lumayan buat seneng - seneng .... ... <<<<< >>>>>


Yang ini, bos besar dan istrinya


Yang disamping
Allinson Wijaya Cipta beserta keluarga.......
Namanya juga family gathering
Ya iya lah , masa ya iya dong....
Duren aja dibelah bukan digendong.... He ... He... He....

Selasa, 16 Desember 2008

Proteksi flashdisk dari virus

1. Membuat partisi Flashdisk jadi 2 bagian atau lebih.
  • Memiliki Flashdisk berkapasitas besar (diatas 1 GB) disarankan membuat partisi lebih dari satu. Ini untuk mengantisipasi jika terjadi kerusakan fatal baik disebabkan oleh virus atau penyebab lainnya, kita masih bisa menyelamatkan data disalah satu partisi seandainya jalan terakhir ‘memformat’ flashdisk harus dilakukan. Dalam membuat partisi format dengan NTFS (support windows 2000/2003/XP) bukan FAT32.
  • Buat satu bagian yang aman (kita harus memasukkan password untuk dapat mengakses bagian flashdisk yang aman –secure-), dan 1 bagian lagi yang bisa diakses umum. Jika kita menggunakan Windows XP Pro (bukan home edition) dan format winnya NTFS kita dapat membuat password pada sebuah folder dengan langkah-langkah sbb:
    Control panel >> Folder Options >> View >> Lihat checkbox bawah sendiri >> hilangkan tanda centang >> OK. Kemudian, Klik kanan folder yang mau di proteksi >> Properties >> Security >> beri tanda cek semua pada kolom deny. >> OK. Folder yang bersangkutan akan berubah menjadi 0 byte.
2. Menggunakan tool/aplikasi untuk memproteksi USB Flashdisk.

Ada banyak sekali tool yang berfungsi untuk melindungi folder maupun file yang ada dalam storage device seperti:
  • File Protektor
  • Folder Guard
  • Folder Lock
  • Mysecretfolder
  • Usbdiskguard
  • Carryit
  • Easy file Pro
  • Dll
Dari semua tool tersebut pada dasarnya mempunyai fungsi yang sama yaitu memproteksi folder atau file dengan password sehingga orang lain tidak bisa mengakses folder tersebut atau virus tidak bisa menginfeksi folder atau file yang bersangkutan.
3. Meng’kompres’ data maupun Meng’enskripsi’ data
Biasanya setiap USB Flashdisk selalu disertai CD driver bawaannya, biasanya pula dalam CD driver tersebut ada tool untuk “Compression Support” maupun “Encription Support”. Namun jika kita tidak mendapatkan tool yang dimaksud kita dapat menggunakan tool lain seperti WinRar untuk melakukan kompresi dan memberikan password pada data yang dikompresi tersebut.

Sumber : virtualcomp.wordpress.com

Rabu, 10 Desember 2008

file extension virus

Mungkin sebagian besar kita tahunya kalau virus itu hanya dari tipe file exe (application) saja, karena memang sebagian besar virus berupa file exe. Padahal banyak tipe file yang berpotensi terinfeksi virus dan bisa menyebarkannya ketika dijalankan. Sehingga sering kita tidak sadar bahwa file yang dijalankan ternyata bisa mengandung virus / bibit-bibit virus.

Dengan mengatahui beberapa tipe tersebut, semoga bisa lebih berhati-hati. Berikut beberapa tipe file yang sering/bisa terinfeksi virus dan sebagian bisa menyebarkannya kembali ketika file tersebut dijalankan :


Binary Executable Files
Binary Executable Files (Portable Executable / PE) merupakan file yang isinya diterjemahkan sebagai program oleh komputer. File ini terdiri dari beberapa tipe di windows :

  • EXE (Executable / Application)Tipe file ini merupakan file yang sering terinfeksi virus dan sebagian besar virus juga berupa exe. Banyak virus yang bisa menempel di file ini dan begitu dijalankan, virus aslinya menyebar dan menginfeksi komputer. Oleh karena itu, sebaiknya ketika kita memiliki master program, maka di zip saja atau di rename untuk mengurangi resiko terinfeksi virus. Beberapa virus yang menginfeksi EXE misalnya w32/Virut, Troxa, Sality dan lainnya.
  • DLL (Dynamic Link Library) dan OCX yang formatnya sebenarnya sama dengan tipe EXE, hanya saja tidak langsung dijalankan, melainkan digunakan oleh file lain seperti EXE. Sehingga virus juga bisa menginfeksi tipe file ini.
  • SCR (Screensaver) File ini juga seperti format exe, hanya saja ber ekstensi scr, yang maksudnya adalah file screensaver. Sehingga ketika dijalankan, screensaver akan tampil. Oleh karena itu, virus sering menduplikasi dirinya dengan tipe ini dan menempatkan dirinya sebagai screensaver, sehingga ketika screensaver aktif, sebenarnya virus itu yang aktif.
  • COM file (Command File), bisa berupa Text atau Binary File yang dijalankan under DOS / MS-DOS. Generasi awal virus sepertinya berupa file COM ini.
  • SYS (Device Driver), merupakan file Binary yang digunakan untuk Driver.

Jumat, 05 Desember 2008

Disable menu klik kanan

Disable Menu Klik Kanan atau Context Menu. Semua user pasti akrab dengan menu klik kanan atau yang lebih dikenal dengan context menu ini. Disebut context menu karena menu yang muncul tergantung dari kondisi atau context tertentu dari yang diklik kanan tersebut. Karena kepraktisannya, user lebih suka menggunakan menu klik kanan ini dari pada menu yang lainnya. Pada browser bawaan Microsoft, Internet Explorer, karena alasan tertentu, misalnya alasan security, Anda dapat menon-aktifkan context menu tersebut sehingga user tidak dapat seenaknya melakukan klik kanan.

Tips kali ini akan mempergunakan fasilitas Windows, yaitu group policy editor atau gpedit.msc.

Langkah-langkahnya adalah seperti biasanya, sebagai berikut.

1. Klik Start >> Run >> kemudian ketikkan gpedit.msc kemudian OK atau ENTER, hingga terbuka jendela group policy editor.

2. Kemudian klik User Configuration >> Administrative Templates >> Windows Components >> Internet Explorer >> Browser Menus.

3. Kemudian pada sebelah kanan, temukan dan klik double Disable Context menu hingga akan muncul jendela Disable Context menu Properties.

4. Kemudian pilih opsi Enabled, dan lanjutkan dengan mengklik OK atau Apply.

5. Selesai.

Sekarang, Anda coba buka situs tertentu dengan Internet Explorer dan cobalah untuk melakukan klik kanan, apa yang terjadi adalah klik kanan tidak bisa diakses.

Sumber : onoid.blogspot.com